Berita

Visi dan Misi

Visi :
"Pelabuhan Banjarmasin Sehat sebagai bagian Mewujudkan Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan".
Read more...

Tentang Kami

Tugas pokok dan fungsi KKP Kelas II Banjarmasin sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 356/ MENKES/PER/IV/2008. Read more...

Hubungi Kami

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin.
Read more...

Saran dan Pengaduan

Read more...

Whistle Blowing System

Read more...

Galeri Foto

Read more...

SISTEM BARU KEMENTERIAN KESEHATAN CEGAH PENULARAN PENYAKIT

         Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Kamis (22/8) di Semarang, meluncurkan sebuah sistem yang dapat mencegah terjadinya penularan penyakit melalui vektor. Sistem tersebut dinamai Silantor atau Sistem Surveilans Vektor.
 
            Silantor berbasis website dan android. Melalui Silantor ini secara teknis tenaga kesehatan di Puskesmas mengumpulkan data vektor di wilayah kerjanya. Setelah itu data diinput ke dalam Silantor dan akan terintegrasi ke dinas kesehatan kabupaten/kota, provinsi, sampai ke pemerintah pusat.
 
             Silantor ini merupakan sistem yang dikembangkan dalam rangka kewaspadaan dini terhadap penyakit tular vektor dan zoonotik.
            ''Kalau hasil survei melalui Silantor ini menunjukkan bahwa vektro nya ada dan membahayakan bila terjadi penularan penyakit, maka sebelum timbul penyakit tertentu bisa dilakuan upaya pengendalian vektor,'' jelas Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik dr. Nadia Tarmizi, M.Epid.
 
            Data vektor yang diinput ke Silantor akan dianalisis secara otomatis oleh sistem untuk mengetahui tingkat kebahayaan penyakit tular vektor.
 
         Semua data di Puskesmas nantinya akan teranalisis di tingkat kabupaten/kota, nanti akan menunjukkan kabupaten/kota tersebut aman atau tidak terhadap penularan penyakit, demikian juga di tingkat provinsi dan nasional.
 
         ''Analisis data vektor didasarkan pada angka baku mutu di Permenkes 50 tahun 2017 yang menyebutkan bahwa kalau kepadatan nyamuk melebihi baku mutu yang ada, begitu juga kepadatan lalat, kecoa, dan tikus, dan lain-lain, maka potensi penularan kepada manusia akan lebih besar,'' kata Nadia.
 
             Dengan mengetahui kepadatan vektor di suatu wilayah maka akan diketahui potensi penyakit yang ajan muncul seperti apa.
 
           ''Ini aplikasi lebih ke preventif. Berdasarkan analisis data survei ini akan kita ketahui kondisi vektornya seperti apa, apakah kondisinya berbahaya bagi kesehatan masyarakat atau tidak,'' kata Nadia.
 
           Sosialisasi Silantor akan dilakukan secepatnya pasca launching hari ini. Sebelumnya sudah ada beberapa suku dinas di DKI Jakarta meminta Silantor disosialisasikan terlebih dahulu sebelum launching.
 
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id

Video

Pengunjung

364859
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1515
3010
16503
75746
44827
31981
364859

Your IP: 18.206.16.123
2019-09-20 12:25

Google map

Kontak Kami

KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II BANJARMASIN
ALamat               : Jl. Belitung Darat No.118 A Banjarmasin
No. Telpon / Fax. : (0511) 3353948 / (0511) 3353948
Email                  : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. /
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. /
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Pengelola Website: Informasi & Teknologi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin

Pengaduan Masyarakat

Sampaikan Saran / Keluhan Atas Pelayanan Kami Dengan Subjek PENGADUAN MASYARAKAT atau Via   E-Mail This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.